PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh Hadir di FGD Kehumasan Kemenag Kota Banda Aceh

Banda Aceh — Sebanyak 6 PIC Humas Madrasah perwakilan jenjang MI, MTs, dan MA, termasuk PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh Fitriani S Pd I bersama Penyuluh Agama KUA se-Kota Banda Aceh mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Kehumasan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh, Rabu (14 Oktober 2026). FGD tersebut mengusung tema “Smart Public Relation: Membangun Narasi Positif Kemenag di Media Sosial yang Adaptif, Inovatif, dan Humanis” yang bertujuan untuk memperkuat peran kehumasan dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kota Banda Aceh, Kusnadi S Ag MA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi humas dalam membangun citra positif Kementerian Agama. Turut hadir jajaran pejabat Kemenag Kota Banda Aceh, yaitu Kasi Bimas Islam Dr H Akhyar S Ag M Ag, Kasi Pondok Pesantren Sayed Khawalid S Ag MA dan Kasi Pendidikan Agama Islam Jamaluddin SE. FGD ini terselenggara atas dukungan penuh dari Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Syarifah Zaitun Sari S Pd I M Ed, serta berkolaborasi dengan 7 rekan media yang diundang, di antaranya atjehberita.com, liputan07.com, acehpublish.com, dan media lokal lainnya.
Memasuki acara inti, arahan dan bimbingan disampaikan oleh Kakan Kemenag Kota Banda Aceh Dr H Salman S Pd M Ag. Dalam arahannya, ia menyampaikan pesan Menteri Agama RI dalam Zoom Breaksfast pada Selasa (13 Oktober 2026) terkait maraknya berita hoax di media sosial. Untuk itu, Kemenag harus hadir membangun narasi positif yang adaptif, inovatif dan humanis.”Humas adalah sesuatu yang dapat membawa Kemenag menjadi bersinar. Kita harus menjaga dan memperkuat kehumasan”, tegas Salman. Ia juga menyampaikan beberapa isu strategis kehumasan saat ini, antara lain penguatan kampanye anti LGBT yang kini menjadi topik hangat di kalangan pelajar dan mahasiswa, pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM dan ekoteologi, hingga pentingnya edukasi literasi digital bagi masyarakat, seperti pembatasan penggunaan HP pada anak dan penguatan balai-balai pengajian. “Lawan Hoax, Humas harus bersinar dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan ditengah masyarakat,”imbuhnya
Selanjutnya, Kasi Bimas Islam selaku Koordinator Kehumasan Dr H Akhyar S Ag M Ag juga menyampaikan arahan penguatan kehumasan mengajak seluruh penyuluh dan PIC Humas untuk menjadi ujung tombak penyampai pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan.”Penyuluh adalah mediator pemerintah ditengah masyarakat. Setiap lini ada penyuluh yang masuk. Maka setiap kegiatan keagamaan harus ada dokumentasi dan pelaporan sebagai bentuk penguatan kehumasan,” ujarnya.
Pada sesi diskusi, rekan-rekan media memberikan masukan konstruktif agar pelibatan media, termasuk media kecil, terus ditingkatkan dalam mempublikasikan program-program Kemenag, termasuk dalam isu-isu aktual seperti pencegahan bullying di madrasah. Meski di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada minimnya anggaran khusus kehumasan, semangat para PIC Humas dan penyuluh tetap tinggi untuk terus berinovasi. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berkolaborasi antara Humas Kemenag, PIC Madrasah, Penyuluh Agama, dan Rekan Media sebagai upaya membangun kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama. PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh siap mengimplementasikan hasil FGD ini untuk menjadikan media sosial MIN 3 lebih aktif, inovatif, dan humanis.[]


