Pengawas Madrasah Rosnidar S Ag Dampingi Guru MIN 3 Kota Banda Aceh dalam Pengisian MAGIS

Banda Aceh – Pengawas Madrasah MIN 3 Kota Banda Aceh, Ibu Rosnidar S Ag melakukan pendampingan kepada dewan guru dalam kegiatan pengisian Aplikasi MAGIS pada Kamis (29 Oktober 2026). Kegiatan pendampingan ini berlangsung di ruang guru MIN 3 Kota Banda Aceh dengan tujuan untuk memastikan pengisian data MAGIS berjalan lancar, akurat dan sesuai dengan juknis. Ibu Rosnidar memberikan arahan langsung terkait teknis pengisian serta pentingnya validitas data sebagai dasar evaluasi kinerja madrasah.

Kepala MIN 3 Kota Banda Aceh, Bapak Bakhtiar S Ag M Ag menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan pendampingan dari Ibu Pengawas yang terus memberikan motivasi kepada para guru untuk meningkatkan profesionalisme dan tertib administrasi. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan seluruh guru MIN 3 Kota Banda Aceh dapat menyelesaikan pengisian MAGIS tepat waktu dan optimal dalam mendukung mutu pendidikan madrasah yang Berakhlak, Bertakwa, Berprestasi.[]

Perkuat Sinergi Madrasah, Kepala MIN 3 Kota Banda Aceh Hadiri Rakor di Aula Kemenag Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Seluruh Kepala Madrasah seKota Banda Aceh, termasuk Kepala Madrasah MIN 3 Kota Banda Aceh, Bakhtiar S Ag M Ag mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh, Selasa (28 Oktober 2026). Rakor dipimpin langsung oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kota Banda Aceh, Syafruddin S Ag M Si.

Agenda yang dibahas meliputi penguatan tata kelola madrasah, peningkatan mutu pendidikan, kedisiplinan aparatur, serta pemantapan program kerja menjelang akhir tahun 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan membangun kolaborasi yang solid antar madrasah di lingkungan Kemenag Kota Banda Aceh. Menanggapi hal tersebut, Bakhtiar menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti hasil rakor.”Alhamdulillah, rakor berjalan lancar”.

Banyak arahan dan penguatan yang kami peroleh, terutama terkait peningkatan pelayanan, kedisiplinan, dan mutu pembelajaran. Insyaallah kami di MIN 3 siap bersinergi dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Bakhtiar usai kegiatan. Ia menambahkan, MIN 3 Kota Banda Aceh yang mengusung moto Bertakwa, Berakhlak, Berprestasi akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dan wali murid. Melalui rakor ini, diharapkan seluruh madrasah di Kota Banda Aceh dapat bergerak dalam satu visi bersama guna mewujudkan madrasah yang hebat, bermartabat, dan berdaya saing.[]

PERKUAT KARAKTER MURID, KEPALA MIN 3 BANDA ACEH SELAKU KETUA K2MI PROVINSI ACEH GELAR PELATIHAN KOKURIKULER DAN KBC

Banda Aceh (Humas MIN 3) — Kelompok Kerja Madrasah K2MI se-Kota Banda Aceh menggelar Pelatihan Kokurikuler Jenjang MI se-Kota Banda Aceh dengan tema “Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran Kokurikuler sebagai Pembentukan Karakter Murid di Sekolah”. Kegiatan berlangsung di Aula PSBB MAN 1 Banda Aceh, Rabu (21 Oktober 2026), dengan dukungan dari Penerbit Erlangga.

Pelatihan ini dihadiri oleh Kakan Kemenag Kota Banda Aceh Dr H Salman S Pd M Ag, didampingi Kasubbag TU Kusnadi S Ag M A, Ketua Pokjawas Hj Fikriah S Ag M Pd, para Kepala MI se-Kota Banda Aceh, serta narasumber Dr Rokayah S Ag M Pd dari Universitas Sebelas April Bandung.

Dari MIN 3 Kota Banda Aceh hadir langsung Bakhtiar S Ag M Ag Kepala MIN 3 sekaligus Ketua K2MI Provinsi Aceh, bersama Ibu Ardianti selaku Koordinator Kesiswaan dan Bapak Ihsan selaku Koordinator Kurikulum dan Pengajaran.

Dalam sambutannya ia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada pembelajaran intrakurikuler di dalam kelas, tetapi juga pada kokurikuler yang menjadi ruh pembentukan karakter.

“Perbedaan kita di madrasah adalah adanya insersi Panca Cinta melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam setiap kegiatan pembelajaran,” ujar Bakhtiar.

Ia menjelaskan, kokurikuler bukanlah mata pelajaran, melainkan kegiatan penguatan, pendalaman, dan pengayaan yang dirancang untuk mendukung pemahaman materi intrakurikuler sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah untuk memperkuat peran guru. Ada tiga tujuan utama, yaitu mengasah bakat dan minat murid agar tidak hanya pintar mengaji tetapi juga kreatif, mandiri, dan berani, memperkuat silaturahmi antar MIN dan MIS se-Kota Banda Aceh, serta menampilkan jati diri siswa MI yang Islami, cerdas, dan berbudaya Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Bakhtiar juga menyampaikan apresiasi kepada Penerbit Erlangga yang telah memfasilitasi kegiatan, serta kepada seluruh Kepala MI yang telah bekerja keras menyukseskan acara. Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di madrasah masing-masing.

“Kepada Ibu Narasumber, berikanlah ilmu terbaik bagi guru-guru kami agar transfer ilmu kepada peserta didik tepat sasaran dan sempurna,” tuturnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Kakankemenag Kota Banda Aceh Salman menekankan bahwa penguatan kokurikuler dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sangat penting untuk melahirkan peserta didik yang berkarakter kuat, tangguh, dan berakhlak mulia.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu mendorong para pendidik untuk merancang pembelajaran kokurikuler yang lebih kreatif, inovatif, dan berdampak bagi pembentukan karakter murid yang bertaqwa, berakhlak, dan berprestasi.[]

Sejukkan Hati, Kuatkan Ukhuwah: Keluarga Besar MIN 3 Rutin Rajut Ilmu di Pengajian Bulanan

Banda Aceh (Humas MIN 3) Di tengah padatnya aktivitas belajar mengajar, Keluarga Besar MIN 3 Kota Banda Aceh memilih untuk sejenak menepi, menyejukkan hati dan menguatkan ukhuwah melalui Pengajian Rutin bulanan. Kegiatan penuh berkah ini dilaksanakan secara istiqamah setiap awal bulan pada minggu pertama, hari Rabu, pukul 14.30 s.d 16.00 WIB bertempat di Ruang Guru MIN 3 Banda Aceh.

Pengajian ini menghadirkan dua asatidz kebanggaan, yakni Ustadz Bakhtiar S Ag M Ag Kepala MIN 3 Kota Banda Aceh dan Tgk Muhammad Yusuf S Sos I MA. Keduanya secara bergantian membagikan ilmu dan tausiyah yang menyejukkan untuk seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Bukan hanya tentang transfer ilmu, namun menjadi momen untuk saling menguatkan niat dalam mendidik generasi Bertaqwa, Berakhlak, dan Berprestasi. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat keilmuan dan spiritual seluruh keluarga besar MIN 3 terus terjaga, sehingga keberkahan menyertai setiap langkah pengabdian di madrasah tercinta. Mari luangkan waktu, mari kita hadir bersama.[]

PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh Hadir di FGD Kehumasan Kemenag Kota Banda Aceh

Banda Aceh — Sebanyak 6 PIC Humas Madrasah perwakilan jenjang MI, MTs, dan MA, termasuk PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh Fitriani S Pd I bersama Penyuluh Agama KUA se-Kota Banda Aceh mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Kehumasan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh, Rabu (14 Oktober 2026). FGD tersebut mengusung tema “Smart Public Relation: Membangun Narasi Positif Kemenag di Media Sosial yang Adaptif, Inovatif, dan Humanis” yang bertujuan untuk memperkuat peran kehumasan dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kota Banda Aceh, Kusnadi S Ag MA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi humas dalam membangun citra positif Kementerian Agama. Turut hadir jajaran pejabat Kemenag Kota Banda Aceh, yaitu Kasi Bimas Islam Dr H Akhyar S Ag M Ag,  Kasi Pondok Pesantren Sayed Khawalid S Ag MA dan Kasi Pendidikan Agama Islam Jamaluddin SE. FGD ini terselenggara atas dukungan penuh dari Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Syarifah Zaitun Sari S Pd I M Ed, serta berkolaborasi dengan 7 rekan media yang diundang, di antaranya atjehberita.com, liputan07.com, acehpublish.com, dan media lokal lainnya.

Memasuki acara inti, arahan dan bimbingan disampaikan oleh Kakan Kemenag Kota Banda Aceh Dr H Salman S Pd M Ag. Dalam arahannya, ia menyampaikan pesan Menteri Agama RI dalam Zoom Breaksfast pada Selasa (13 Oktober 2026) terkait maraknya berita hoax di media sosial. Untuk itu, Kemenag harus hadir membangun narasi positif yang adaptif, inovatif dan humanis.”Humas adalah sesuatu yang dapat membawa Kemenag menjadi bersinar. Kita harus menjaga dan memperkuat kehumasan”, tegas Salman. Ia juga menyampaikan beberapa isu strategis kehumasan saat ini, antara lain penguatan kampanye anti LGBT yang kini menjadi topik hangat di kalangan pelajar dan mahasiswa, pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM dan ekoteologi, hingga pentingnya edukasi literasi digital bagi masyarakat, seperti pembatasan penggunaan HP pada anak dan penguatan balai-balai pengajian. “Lawan Hoax, Humas harus bersinar dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan ditengah masyarakat,”imbuhnya

Selanjutnya, Kasi Bimas Islam selaku Koordinator Kehumasan Dr H Akhyar S Ag M Ag juga menyampaikan arahan penguatan kehumasan mengajak seluruh penyuluh dan PIC Humas untuk menjadi ujung tombak penyampai pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan.”Penyuluh adalah mediator pemerintah ditengah masyarakat. Setiap lini ada penyuluh yang masuk. Maka setiap kegiatan keagamaan harus ada dokumentasi dan pelaporan sebagai bentuk penguatan kehumasan,” ujarnya.

Pada sesi diskusi, rekan-rekan media memberikan masukan konstruktif agar pelibatan media, termasuk media kecil, terus ditingkatkan dalam mempublikasikan program-program Kemenag, termasuk dalam isu-isu aktual seperti pencegahan bullying di madrasah. Meski di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada minimnya anggaran khusus kehumasan, semangat para PIC Humas dan penyuluh tetap tinggi untuk terus berinovasi. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berkolaborasi antara Humas Kemenag, PIC Madrasah, Penyuluh Agama, dan Rekan Media sebagai upaya membangun kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama. PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh siap mengimplementasikan hasil FGD ini untuk menjadikan media sosial MIN 3 lebih aktif, inovatif, dan humanis.[]

Sertijab Kepala MIN 3 Kota Banda Aceh: Estafet Kepemimpinan untuk Madrasah Hebat Bermartabat

 

Keluarga besar MIN 3 Kota Banda Aceh menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Madrasah dari Nurasiah S Ag kepada Bakhtiar S Ag M Ag pada Selasa, (06 Oktober 2026) bertempat di Ruang Guru MIN 3 Kota Banda Aceh. Acara berlangsung khidmat, penuh haru dan kekeluargaan. Acara tersebut dihadiri oleh Analis SDM Aparatur Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh H. Zamanhuri SH, dewan guru, tenaga kependidikan, serta komite madrasah.

Dalam sambutan perpisahannya, Nurasiah menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan dan dukungan seluruh warga madrasah selama masa kepemimpinannya. Ia berpesan agar program-program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan. “Lanjutkan program yang sudah jalan. Terutama realisasi gedung baru yang akan segera dibangun. Saya titipkan MIN 3 ini, teruslah berprestasi,” ujar Nurasiah dengan penuh haru.

Sementara itu, Kepala Madrasah yang baru Bakhtiar, S.Ag., M.Ag dalam sambutan perdananya mengajak seluruh elemen madrasah untuk bersama-sama membangun dan memajukan MIN 3 Kota Banda Aceh dengan semangat kolektif. “Mari sama-sama bekerja membangun madrasah. Sama-sama memikul bukan memukul. Membangun madrasah ini bukan hanya tugas salah satu pihak, tapi semua pihak harus berpartisipasi membangun madrasah kita tercinta,” tegas Bakhtiar.

Menutup acara, Zaman Huri  selaku perwakilan dari Kemenag Kota Banda Aceh menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan adalah hal yang lumrah dan menjadi bagian dari penyegaran organisasi demi perbaikan madrasah ke depan. “Mutasi adalah sesuatu yang menjadi penyegaran bagi kelanjutan dan perbaikan madrasah, harus disambut baik dan bukanlah hal yang mudah diperoleh, melainkan melalui proses yang panjang. Ini adalah amanah dan kepercayaan pimpinan,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata, doa bersama dan foto bersama sebagai simbol perpisahan sekaligus penyambutan kepemimpinan baru. Dengan estafet kepemimpinan ini, diharapkan MIN 3 Kota Banda Aceh semakin maju, mampu mewujudkan realisasi pembangunan gedung baru dan terus menjadi Madrasah yang Mandiri, Berprestasi dan Membanggakan.[]