Sejukkan Hati, Kuatkan Ukhuwah: Keluarga Besar MIN 3 Rutin Rajut Ilmu di Pengajian Bulanan

Banda Aceh (Humas MIN 3) Di tengah padatnya aktivitas belajar mengajar, Keluarga Besar MIN 3 Kota Banda Aceh memilih untuk sejenak menepi, menyejukkan hati dan menguatkan ukhuwah melalui Pengajian Rutin bulanan. Kegiatan penuh berkah ini dilaksanakan secara istiqamah setiap awal bulan pada minggu pertama, hari Rabu, pukul 14.30 s.d 16.00 WIB bertempat di Ruang Guru MIN 3 Banda Aceh.

Pengajian ini menghadirkan dua asatidz kebanggaan, yakni Ustadz Bakhtiar S Ag M Ag Kepala MIN 3 Kota Banda Aceh dan Tgk Muhammad Yusuf S Sos I MA. Keduanya secara bergantian membagikan ilmu dan tausiyah yang menyejukkan untuk seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Bukan hanya tentang transfer ilmu, namun menjadi momen untuk saling menguatkan niat dalam mendidik generasi Bertaqwa, Berakhlak, dan Berprestasi. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat keilmuan dan spiritual seluruh keluarga besar MIN 3 terus terjaga, sehingga keberkahan menyertai setiap langkah pengabdian di madrasah tercinta. Mari luangkan waktu, mari kita hadir bersama.[]

PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh Hadir di FGD Kehumasan Kemenag Kota Banda Aceh

Banda Aceh — Sebanyak 6 PIC Humas Madrasah perwakilan jenjang MI, MTs, dan MA, termasuk PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh Fitriani S Pd I bersama Penyuluh Agama KUA se-Kota Banda Aceh mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Kehumasan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh, Rabu (14 Oktober 2026). FGD tersebut mengusung tema “Smart Public Relation: Membangun Narasi Positif Kemenag di Media Sosial yang Adaptif, Inovatif, dan Humanis” yang bertujuan untuk memperkuat peran kehumasan dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kota Banda Aceh, Kusnadi S Ag MA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi humas dalam membangun citra positif Kementerian Agama. Turut hadir jajaran pejabat Kemenag Kota Banda Aceh, yaitu Kasi Bimas Islam Dr H Akhyar S Ag M Ag,  Kasi Pondok Pesantren Sayed Khawalid S Ag MA dan Kasi Pendidikan Agama Islam Jamaluddin SE. FGD ini terselenggara atas dukungan penuh dari Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Syarifah Zaitun Sari S Pd I M Ed, serta berkolaborasi dengan 7 rekan media yang diundang, di antaranya atjehberita.com, liputan07.com, acehpublish.com, dan media lokal lainnya.

Memasuki acara inti, arahan dan bimbingan disampaikan oleh Kakan Kemenag Kota Banda Aceh Dr H Salman S Pd M Ag. Dalam arahannya, ia menyampaikan pesan Menteri Agama RI dalam Zoom Breaksfast pada Selasa (13 Oktober 2026) terkait maraknya berita hoax di media sosial. Untuk itu, Kemenag harus hadir membangun narasi positif yang adaptif, inovatif dan humanis.”Humas adalah sesuatu yang dapat membawa Kemenag menjadi bersinar. Kita harus menjaga dan memperkuat kehumasan”, tegas Salman. Ia juga menyampaikan beberapa isu strategis kehumasan saat ini, antara lain penguatan kampanye anti LGBT yang kini menjadi topik hangat di kalangan pelajar dan mahasiswa, pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM dan ekoteologi, hingga pentingnya edukasi literasi digital bagi masyarakat, seperti pembatasan penggunaan HP pada anak dan penguatan balai-balai pengajian. “Lawan Hoax, Humas harus bersinar dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan ditengah masyarakat,”imbuhnya

Selanjutnya, Kasi Bimas Islam selaku Koordinator Kehumasan Dr H Akhyar S Ag M Ag juga menyampaikan arahan penguatan kehumasan mengajak seluruh penyuluh dan PIC Humas untuk menjadi ujung tombak penyampai pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan.”Penyuluh adalah mediator pemerintah ditengah masyarakat. Setiap lini ada penyuluh yang masuk. Maka setiap kegiatan keagamaan harus ada dokumentasi dan pelaporan sebagai bentuk penguatan kehumasan,” ujarnya.

Pada sesi diskusi, rekan-rekan media memberikan masukan konstruktif agar pelibatan media, termasuk media kecil, terus ditingkatkan dalam mempublikasikan program-program Kemenag, termasuk dalam isu-isu aktual seperti pencegahan bullying di madrasah. Meski di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada minimnya anggaran khusus kehumasan, semangat para PIC Humas dan penyuluh tetap tinggi untuk terus berinovasi. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berkolaborasi antara Humas Kemenag, PIC Madrasah, Penyuluh Agama, dan Rekan Media sebagai upaya membangun kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama. PIC Humas MIN 3 Kota Banda Aceh siap mengimplementasikan hasil FGD ini untuk menjadikan media sosial MIN 3 lebih aktif, inovatif, dan humanis.[]

Sertijab Kepala MIN 3 Kota Banda Aceh: Estafet Kepemimpinan untuk Madrasah Hebat Bermartabat

 

Keluarga besar MIN 3 Kota Banda Aceh menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Madrasah dari Nurasiah S Ag kepada Bakhtiar S Ag M Ag pada Selasa, (06 Oktober 2026) bertempat di Ruang Guru MIN 3 Kota Banda Aceh. Acara berlangsung khidmat, penuh haru dan kekeluargaan. Acara tersebut dihadiri oleh Analis SDM Aparatur Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh H. Zamanhuri SH, dewan guru, tenaga kependidikan, serta komite madrasah.

Dalam sambutan perpisahannya, Nurasiah menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan dan dukungan seluruh warga madrasah selama masa kepemimpinannya. Ia berpesan agar program-program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan. “Lanjutkan program yang sudah jalan. Terutama realisasi gedung baru yang akan segera dibangun. Saya titipkan MIN 3 ini, teruslah berprestasi,” ujar Nurasiah dengan penuh haru.

Sementara itu, Kepala Madrasah yang baru Bakhtiar, S.Ag., M.Ag dalam sambutan perdananya mengajak seluruh elemen madrasah untuk bersama-sama membangun dan memajukan MIN 3 Kota Banda Aceh dengan semangat kolektif. “Mari sama-sama bekerja membangun madrasah. Sama-sama memikul bukan memukul. Membangun madrasah ini bukan hanya tugas salah satu pihak, tapi semua pihak harus berpartisipasi membangun madrasah kita tercinta,” tegas Bakhtiar.

Menutup acara, Zaman Huri  selaku perwakilan dari Kemenag Kota Banda Aceh menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan adalah hal yang lumrah dan menjadi bagian dari penyegaran organisasi demi perbaikan madrasah ke depan. “Mutasi adalah sesuatu yang menjadi penyegaran bagi kelanjutan dan perbaikan madrasah, harus disambut baik dan bukanlah hal yang mudah diperoleh, melainkan melalui proses yang panjang. Ini adalah amanah dan kepercayaan pimpinan,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata, doa bersama dan foto bersama sebagai simbol perpisahan sekaligus penyambutan kepemimpinan baru. Dengan estafet kepemimpinan ini, diharapkan MIN 3 Kota Banda Aceh semakin maju, mampu mewujudkan realisasi pembangunan gedung baru dan terus menjadi Madrasah yang Mandiri, Berprestasi dan Membanggakan.[]